Pemuda Tani Karawang: Harga Gabah Naik, Bukti Kebijakan Pro Petani Mulai Berdampak  

KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM  – Sektor pertanian Kabupaten Karawang kembali menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Di tengah berlangsungnya musim panen di sejumlah kecamatan, harga gabah petani mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan informasi dari sejumlah wilayah sentra produksi padi, harga gabah saat ini telah mencapai Rp8.000 per kilogram. Bahkan untuk jenis gabah khusus seperti IR 42 dan gabah ketan, harga jualnya telah menembus angka Rp9.000 per kilogram lebih, Sabtu (13/6/2026).

Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang, Dr (C) H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., MH.Kes mengatakan kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi petani karena harga gabah yang tinggi dan stabil merupakan indikator meningkatnya kesejahteraan petani sekaligus menunjukkan adanya keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap sektor pertanian.

“Harga gabah yang saat ini menyentuh Rp8.000 per kilogram dan bahkan lebih dari Rp9.000 per kilogram untuk beberapa jenis gabah khusus merupakan harga yang layak dan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani. Ini menjadi bukti bahwa kesejahteraan petani mulai mendapatkan perhatian yang serius,” ujar Emed.

Menurutnya, membaiknya harga gabah tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang semakin berpihak kepada petani. Berbagai kebijakan seperti kemudahan memperoleh pupuk bersubsidi, penyesuaian harga pupuk yang lebih terjangkau, peningkatan distribusi sarana produksi pertanian, serta program-program pendukung lainnya dinilai telah memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan pendapatan petani.

“Kebijakan pemerintah pusat yang memberikan kemudahan terhadap akses pupuk subsidi serta berbagai program pendukung pertanian telah memberikan dampak positif. Petani kini lebih mudah memperoleh sarana produksi yang mereka butuhkan sehingga biaya produksi dapat ditekan dan hasil panen menjadi lebih optimal,” katanya.

Selain faktor kebijakan pemerintah, Emed menilai kenaikan harga gabah juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan atau demand terhadap komoditas beras nasional. Salah satu faktor yang mendorong peningkatan kebutuhan beras tersebut adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Menurutnya, Program MBG telah menciptakan pasar yang kuat bagi komoditas beras sehingga hasil panen petani dapat terserap dengan baik. Dalam perspektif ekonomi, meningkatnya permintaan terhadap beras di tengah pasokan yang tetap terjaga menjadi faktor yang ikut mendorong kenaikan harga gabah di tingkat petani.

“Secara ekonomi, hukum supply dan demand sangat berpengaruh terhadap harga gabah saat ini. Kebutuhan beras meningkat seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau jutaan penerima manfaat. Hal ini membuat permintaan terhadap beras nasional semakin tinggi sehingga hasil panen petani memiliki pasar yang jelas dan harga yang lebih menguntungkan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini petani sering menghadapi persoalan rendahnya harga saat panen raya akibat lemahnya penyerapan pasar. Namun dengan adanya program-program pemerintah yang menyerap kebutuhan pangan dalam jumlah besar, hasil panen petani kini lebih terserap sehingga harga gabah dapat bertahan pada tingkat yang menguntungkan.

Emed juga memberikan apresiasi kepada Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap sektor pertanian. Salah satu bentuk dukungan nyata tersebut adalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan usaha tani serta jalan-jalan pedesaan yang menjadi akses utama menuju sentra-sentra pertanian.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut sangat membantu petani dalam memperlancar distribusi hasil panen, menekan biaya transportasi, serta mempermudah akses terhadap sarana produksi pertanian.

“Kami melihat komitmen yang kuat dari Bupati Karawang dalam mendukung sektor pertanian. Perbaikan jalan usaha tani dan akses menuju sentra pertanian sangat membantu petani dalam menjalankan aktivitas produksinya. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan efisiensi dan memperkuat daya saing sektor pertanian Karawang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Emed mengapresiasi langkah strategis Bupati Karawang dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian melalui perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Menurutnya, komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mempertahankan sekitar 87 ribu hektare lahan LP2B merupakan kebijakan penting untuk menjaga eksistensi Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional.

“Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri dan permukiman, komitmen Bupati Karawang untuk mengunci dan mempertahankan sekitar 87 ribu hektare lahan LP2B patut diapresiasi. Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap sektor pertanian dan menjadi jaminan bagi keberlanjutan produksi pangan di masa depan,” tegasnya.

Menurut Emed, perlindungan lahan pertanian merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Tanpa lahan yang terlindungi, peningkatan produksi pertanian akan sulit diwujudkan meskipun berbagai bantuan dan program pemerintah terus diberikan.

Ia menambahkan bahwa kebijakan perlindungan LP2B memberikan kepastian kepada petani untuk terus berproduksi sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kawasan industri dengan keberlangsungan sektor pertanian yang selama ini menjadi identitas Kabupaten Karawang.

“Karawang memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra produksi beras nasional. Karena itu, upaya menjaga 87 ribu hektare lahan pertanian produktif merupakan investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan Indonesia. Pemuda Tani Karawang mendukung penuh langkah tersebut karena manfaatnya akan dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” katanya.

Sebagai organisasi yang menaungi generasi muda di sektor pertanian, DPC Pemuda Tani Kabupaten Karawang mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap kemajuan sektor pertanian, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga para petani yang terus menjaga produktivitas pertanian.

Emed berharap sinergi antara kebijakan pemerintah pusat, Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan infrastruktur pertanian, serta perlindungan 87 ribu hektare lahan LP2B dapat terus dipertahankan guna meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi pedesaan, dan menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak. Semoga harga gabah yang baik ini dapat terus terjaga sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat, minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian semakin besar, dan Karawang semakin kokoh sebagai lumbung padi nasional yang menjadi penopang ketahanan pangan Indonesia,” pungkasnya .

(Redaksi)

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

NASIONAL

Berita Pilihan

Kunjungi Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

Berita Populer