Satgas Citarum Harum Sektor 10 Sisir Outfall Industri Tengah Malam, Hasilnya Nihil Pelanggaran

KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Upaya menjaga kelestarian Sungai Citarum terus dilakukan secara konsisten oleh Satgas Citarum Harum Sektor 10. Tidak hanya melakukan pengawasan pada siang hari, personel Satgas kini semakin memperketat patroli pada malam hingga dini hari guna mengantisipasi kemungkinan adanya oknum perusahaan yang memanfaatkan minimnya aktivitas masyarakat untuk membuang limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan lingkungan.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, personel Sub Sektor 2 Ciampel melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan patroli pengawasan pada Sabtu dini hari (30/5/2026) di saluran pembuangan akhir (outfall) komunal yang berada di Kawasan Industri Mitra (KIM), Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Kegiatan yang dilakukan di tengah suasana malam itu merupakan bagian dari langkah preventif Satgas Citarum Harum untuk memastikan seluruh aktivitas pembuangan limbah industri tetap berada dalam koridor aturan dan tidak mencemari lingkungan. Pengawasan malam hari dinilai penting karena waktu tersebut kerap dianggap sebagai jam rawan yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan pelanggaran.

Dansektor 10 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Satyo Aryanto, menegaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas lingkungan tidak boleh dilakukan secara sporadis atau hanya pada jam-jam tertentu. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Citarum membutuhkan pengawasan yang berkesinambungan selama 24 jam.

“Satgas Citarum Harum Sektor 10 melaksanakan kegiatan patroli dan pengawasan outfall tidak hanya pada siang hari, tetapi juga pada malam hingga dini hari. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila ada perusahaan yang memanfaatkan situasi malam untuk membuang limbah yang tidak sesuai dengan baku mutu lingkungan,” tegas Kolonel Satyo Aryanto.

Ia menjelaskan bahwa patroli malam hari merupakan salah satu strategi yang diterapkan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku pencemaran lingkungan. Dengan pengawasan yang dilakukan secara acak dan tanpa jadwal tetap, perusahaan diharapkan tetap menjaga kepatuhan terhadap aturan pengelolaan limbah setiap saat.

Dalam pelaksanaan sidak tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi saluran pembuangan komunal yang menjadi titik akhir aliran limbah dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara visual dengan mengamati warna air, kondisi aliran, keberadaan busa, endapan, limbah padat, maupun aroma yang muncul dari saluran pembuangan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, petugas tidak menemukan adanya indikasi pencemaran. Aliran limbah cair yang keluar dari outfall komunal terlihat mengalir dengan normal dan secara kasat mata tampak jernih. Tidak ditemukan perubahan warna yang mencurigakan, buih berlebihan, maupun aroma menyengat yang umumnya menjadi salah satu indikator adanya pencemaran limbah industri.

Selain pemeriksaan visual, tim Satgas juga melakukan pengujian cepat terhadap kualitas air untuk memperoleh gambaran kondisi aktual di lapangan. Pengukuran dilakukan terhadap tingkat keasaman atau pH air yang menjadi salah satu parameter dasar dalam pemantauan kualitas limbah.

Hasil pengujian menunjukkan nilai pH berada pada angka 7 atau dalam kondisi netral. Angka tersebut menunjukkan bahwa air yang mengalir di saluran pembuangan berada dalam kondisi yang relatif aman dan tidak ditemukan indikasi awal adanya pencemaran yang dapat membahayakan ekosistem perairan.

Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang baik, Satgas Citarum Harum Sektor 10 menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan. Sebaliknya, patroli dan inspeksi akan terus dilakukan secara berkala dengan waktu yang bervariasi, termasuk pada malam dan dini hari, untuk memastikan seluruh perusahaan tetap mematuhi standar pengelolaan limbah yang telah ditetapkan pemerintah.

Kolonel Satyo menegaskan bahwa keberhasilan Program Citarum Harum merupakan tanggung jawab bersama. Selain pengawasan dari aparat, kepatuhan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Sungai Citarum memiliki peran strategis sebagai sumber kehidupan bagi jutaan warga di Jawa Barat, mulai dari kebutuhan air baku, pertanian, perikanan, hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Oleh karena itu, segala bentuk pencemaran yang dapat merusak kualitas air sungai harus dicegah sedini mungkin.

“Pengawasan akan terus kami lakukan secara konsisten. Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang mencoba mencemari lingkungan. Sungai Citarum harus tetap terjaga karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui patroli rutin yang dilakukan siang maupun malam hari, Satgas Citarum Harum Sektor 10 berharap kesadaran dan kepatuhan perusahaan terhadap pengelolaan limbah semakin meningkat. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sungai Citarum yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun masa depan.

(Emed Tarmedi)

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

NASIONAL

Berita Pilihan

Kunjungi Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

Berita Populer