KARAWANG – Program Pendampingan Materi Mentorship UMKM Tahun 2026 yang digagas Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., kembali dilaksanakan dengan menggabungkan pelaku UMKM dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cibuaya, Pedes, dan Tirtajaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Cibuaya dan diikuti sebanyak 50 pelaku UMKM.
Program yang digagas Bupati H. Aep Syaepuloh, S.E., ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengembangkan bisnis secara lebih terarah, mandiri, dan berkelanjutan. Para peserta mengikuti rangkaian materi pendampingan dengan antusias.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Saidah Anwar, S.H., bersama perwakilan Kecamatan Cibuaya, Pedes, dan Tirtajaya. Kehadiran unsur pemerintah dan pendamping diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap pengembangan UMKM di wilayah pesisir Karawang.
Materi pendampingan disampaikan oleh sejumlah narasumber, yakni Koswara, S.Pd.I., CI., Sukhoirotun Nisa, S.Sos., Asnawi, A.Md., serta Fhelio Surya Ray Shaqi Ziraluo, S.IP.
Dalam pendampingan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun mindset sebagai pengusaha, menyusun perencanaan bisnis, mengelola keuangan usaha, hingga memperkuat strategi pemasaran.
Pendampingan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar memiliki keberanian untuk berinovasi dan mampu melihat peluang usaha di tengah persaingan yang semakin berkembang.
Penggabungan peserta dari tiga kecamatan juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk saling bertukar pengalaman, berbagi tantangan, serta membangun jejaring usaha yang dapat membuka peluang kolaborasi ke depan.
Melalui jejaring tersebut, para pelaku UMKM diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat membangun ekosistem usaha yang saling mendukung, mulai dari produksi, pemasaran, hingga pengembangan pasar.
Kegiatan Mentorship UMKM 2026 juga menjadi momentum untuk mendorong pelaku usaha agar semakin profesional dalam mengelola bisnis. Penguatan kapasitas menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas.
Dengan jumlah 50 peserta dari tiga kecamatan, kegiatan ini membawa semangat bersama untuk membangun wirausaha baru sekaligus memperkuat pelaku UMKM yang telah menjalankan usahanya.
Pendampingan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta serta mampu melahirkan pelaku usaha yang lebih kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Semangat tersebut dirangkum dalam tagline “50 UMKM, 3 Kecamatan, 1 Keluarga 1 Wirausaha”, yang mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat UMKM melalui kolaborasi lintas wilayah.
Cibuaya, Pedes, dan Tirtajaya diharapkan terus menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem UMKM Karawang, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu tumbuh, membuka lapangan kerja, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.
Melalui Mentorship UMKM Tahun 2026, kolaborasi dan pendampingan diharapkan menjadi langkah nyata menuju UMKM Karawang yang semakin kuat, inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
(Emed Tarmedi)

