JAKARTA, TANIFAKTUAL.COM – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus bermunculan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari kalangan petani dan pedagang yang menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/6/2026).
Aksi tersebut diikuti oleh massa yang berasal dari berbagai organisasi petani dan pedagang, di antaranya unsur Tani Merdeka Indonesia dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Mereka hadir untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, perdagangan, peternakan, dan ekonomi kerakyatan.
Sejak pagi hari, peserta aksi mulai memadati kawasan Medan Merdeka Selatan dengan membawa berbagai atribut organisasi, bendera, spanduk, dan poster berisi dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto serta program-program strategis pemerintah.
Sejumlah poster yang dibawa peserta aksi bertuliskan pesan-pesan dukungan seperti “MBG Menyelamatkan Petani”, “Jangan Mau Diadu Domba”, “Mahasiswa Bersama Prabowo”, “3 Juta Rumah untuk Rakyat”, hingga “Prabowo Presiden Rakyat”. Massa juga membentangkan spanduk besar berisi ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas berbagai kebijakan yang dinilai berpihak kepada masyarakat kecil.
Dalam orasinya, para peserta aksi menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat di daerah. Program tersebut dinilai telah menciptakan rantai ekonomi baru yang melibatkan petani, peternak, nelayan, pedagang pasar tradisional, koperasi, hingga pelaku UMKM sebagai penyedia bahan baku pangan.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan bahwa para petani merasakan secara langsung manfaat dari pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, selama ini salah satu persoalan utama yang dihadapi petani adalah keterbatasan pasar dan fluktuasi harga hasil panen yang sering kali merugikan petani.
Dengan hadirnya Program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara rutin dalam jumlah besar, hasil pertanian masyarakat kini memiliki peluang pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Bagaimana penyerapan hasil panennya ke MBG? Dan pedagang juga hari ini merasakan stabilitas harga barang yang ada di pasar,” ujar Don di hadapan peserta aksi.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk mendukung jutaan penerima manfaat Program MBG membuka peluang besar bagi sektor pertanian nasional. Berbagai komoditas seperti beras, sayuran, telur, buah-buahan, ikan, daging ayam, hingga produk pangan lainnya menjadi bagian dari kebutuhan utama program tersebut.
Menurutnya, kondisi ini memberikan harapan baru bagi para petani karena hasil produksi yang mereka tanam memiliki kepastian pasar. Dengan meningkatnya permintaan pangan domestik, petani tidak lagi terlalu bergantung pada mekanisme pasar yang sering kali menyebabkan harga hasil panen jatuh saat musim panen raya.
Selain meningkatnya penyerapan hasil pertanian, Don juga menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai memberikan kemudahan kepada petani, salah satunya terkait distribusi pupuk.
“Pupuk hari ini sangat gampang kita dapat. Petani-petani yang ada di daerah merasakan kemudahan dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Ia menilai kebijakan pemerintah dalam memperbaiki distribusi pupuk dan memperkuat sektor pertanian telah membantu meningkatkan produktivitas petani. Karena itu, para petani merasa perlu menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap program-program pemerintah yang dianggap berpihak kepada sektor pertanian.
Lebih lanjut, Don menegaskan bahwa aksi yang dilakukan petani dan pedagang bukanlah bentuk perlawanan terhadap kelompok lain maupun aksi tandingan terhadap demonstrasi yang dilakukan mahasiswa pada hari yang sama. Ia menyebut aksi tersebut murni sebagai bentuk penyampaian aspirasi dari masyarakat desa yang selama ini merasakan manfaat dari berbagai program pemerintah.
“Kita enggak maulah disebut aksi tandingan. Kita hanya ingin menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat desa hari ini,” ujarnya.
Menurut Don, masyarakat yang hidup di pedesaan memiliki pengalaman berbeda terhadap implementasi berbagai program pemerintah. Banyak petani, peternak, nelayan, dan pedagang pasar yang merasakan peningkatan aktivitas ekonomi karena adanya kebutuhan bahan pangan yang terus meningkat.
Ia menyebut bahwa keberadaan Program MBG tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima makanan bergizi, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.
“Di desa hari ini banyak yang merasa puas karena hasil kerja mereka bisa terserap. Petani menanam, peternak memproduksi, pedagang menjual, semuanya bergerak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta aksi juga mengajak masyarakat untuk melihat Program Makan Bergizi Gratis secara lebih komprehensif. Menurut mereka, program tersebut bukan hanya soal pemberian makanan kepada anak sekolah, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menggerakkan ekonomi rakyat.
Para peserta aksi menilai keberhasilan Program MBG akan memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa Indonesia. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, program tersebut juga diyakini mampu mengurangi angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
Di akhir kegiatan, Don Muzakir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam perbedaan pandangan politik. Ia menekankan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat.
“Marilah kita bersatu demi Indonesia yang lebih baik hari ini. Jangan karena perbedaan pilihan politik kemudian kita saling berhadapan. Yang terpenting adalah bagaimana program-program yang baik bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Aksi dukungan dari petani dan pedagang tersebut berlangsung tertib dan damai di bawah pengawalan aparat keamanan. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri secara teratur tanpa menimbulkan gangguan ketertiban umum.
Aksi ini menjadi salah satu gambaran bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mendapat perhatian dari kalangan penerima manfaat, tetapi juga dari kelompok masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok pangan nasional. Bagi para petani dan pedagang, keberadaan program tersebut dinilai membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat peran sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan dan pembangunan nasional.
(Emed Tarmedi)

