Pemuda Tani Karawang Apresiasi Kenaikan NTP Nasional, Optimistis Ketahanan Pangan Menguat

KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 disambut positif oleh kalangan petani dan organisasi kepemudaan pertanian. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP nasional naik sebesar 1,99 persen menjadi 127,33 dibandingkan April 2026. Kenaikan ini menunjukkan membaiknya tingkat kesejahteraan petani karena nilai hasil produksi yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus mereka keluarkan.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa peningkatan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) naik sebesar 2,53 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayarkan Petani (IB) yang hanya meningkat 0,53 persen. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa daya beli petani mengalami penguatan.

Kenaikan NTP nasional ditopang oleh menguatnya harga sejumlah komoditas pertanian seperti gabah, karet, kakao atau cokelat biji, serta bawang merah. Bahkan subsektor hortikultura menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan peningkatan NTP mencapai 7,08 persen.

Menanggapi capaian tersebut, Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang, H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., SKM., MH.Kes., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas meningkatnya NTP yang menjadi salah satu indikator membaiknya kondisi ekonomi petani, Selasa (8/6/2026).

“Kami menyambut gembira kenaikan Nilai Tukar Petani pada Mei 2026. Ini merupakan sinyal positif bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang penting perekonomian nasional. Semoga kenaikan NTP ini benar-benar dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani, khususnya para petani di Kabupaten Karawang,” ujar Emed Tarmedi.

Menurutnya, kenaikan NTP tidak boleh hanya dipandang sebagai capaian statistik semata, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani. Ia menilai peningkatan kesejahteraan petani harus didukung oleh berbagai langkah strategis, mulai dari kemudahan akses permodalan, ketersediaan pupuk dan sarana produksi, perlindungan harga hasil panen, hingga penguatan kelembagaan petani.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Ketika petani memperoleh keuntungan yang layak dan kehidupannya semakin sejahtera, maka semangat untuk meningkatkan produksi juga akan tumbuh. Pada akhirnya hal tersebut akan memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah,” katanya.

Emed menegaskan bahwa Kabupaten Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan pangan nasional. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus terus bersinergi untuk memastikan petani memperoleh dukungan yang memadai agar produktivitas pertanian terus meningkat.

Ia juga mengapresiasi berbagai program pemerintah yang selama ini berupaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembangunan infrastruktur pertanian, modernisasi alat dan mesin pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, serta perluasan akses pasar bagi hasil pertanian.

“Kami berharap tren kenaikan NTP ini dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Dengan demikian kesejahteraan petani semakin meningkat, regenerasi petani dapat berjalan lebih baik, dan sektor pertanian semakin diminati oleh generasi muda sebagai sektor yang menjanjikan bagi masa depan bangsa,” tambahnya.

Kenaikan NTP pada Mei 2026 menjadi kabar baik bagi sektor pertanian nasional. Selain mencerminkan membaiknya pendapatan petani, kondisi tersebut juga menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pangan, menggerakkan ekonomi pedesaan, serta memperkuat fondasi pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia.

(Redaksi)

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

NASIONAL

Berita Pilihan

Kunjungi Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

Berita Populer