Jalan Usaha Tani Jamantri  Baru Selesai Sudah Retak, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

KARAWANG –  Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Dusun Jamantri RT 009 RW 003, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, mendapat sorotan warga setelah sejumlah bagian cor dilaporkan mengalami retak. Kegiatan tersebut tercantum sebagai Pembangunan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Usaha Tani.

Dokumen pekerjaan mencantumkan tanggal SPK 17 Juli 2026 dan batas akhir pekerjaan 15 Agustus 2026. Nilai pekerjaan tercatat Rp139.682.000, dengan panjang 232,9 meter dan lebar 1,5 meter. Keluhan warga muncul pada Minggu (16/8/2026), sehari setelah batas akhir pekerjaan tersebut.

Keluhan disampaikan Ino, warga masyarakat Rawamerta, yang mengaku kecewa setelah melihat kondisi hasil pekerjaan JUT di lokasi. Menurutnya, jalan usaha tani sangat dibutuhkan petani untuk mendukung mobilitas saat musim tanam maupun mengangkut hasil pertanian.

“Kami sangat menyayangkan hasil pekerjaan seperti ini. Jalan usaha tani sangat dibutuhkan petani, tetapi kalau baru beberapa hari sudah retak, tentu masyarakat kecewa,” ujar Ino saat menyampaikan keluhannya.

Ino menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak terkait, terutama menyangkut kualitas pekerjaan dan pengawasan selama proses pembangunan. Ia mempertanyakan apakah proses pengerjaan dan pemeliharaan setelah pengecoran telah dilakukan sesuai standar.

Selain retakan, warga juga menyoroti permukaan jalan yang dinilai kurang rapi. Pada sejumlah bagian, permukaan cor disebut terlihat tidak merata dan terdapat bagian yang telah ditambal atau diplester menggunakan semen.

“Yang kami pertanyakan, kenapa hasil akhirnya seperti ini. Ada bagian yang sudah retak dan ada yang diperbaiki dengan plester semen. Padahal jalan ini dibangun untuk kepentingan petani,” katanya.

Menurut Ino, mobilitas di sekitar lokasi juga perlu menjadi perhatian. Aktivitas sepeda, kendaraan pengangkut hasil pertanian maupun hewan ternak disebut masih berlangsung ketika kondisi jalan belum sepenuhnya siap digunakan. Karena itu, ia menilai pengamanan dan pengawasan perlu diperkuat selama proses pengerasan.

Ia berharap pembangunan infrastruktur pertanian tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kualitas dan ketahanannya. Jalan usaha tani dinilai memiliki fungsi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami berharap ada pengawasan yang lebih serius. Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan tidak menghasilkan infrastruktur yang bisa bertahan lama,” ujar Ino.

Ino juga mempertanyakan metode pengerjaan yang menggunakan adukan secara manual. Menurutnya, kontrol kualitas perlu diperhatikan sejak material, pengadukan, pengecoran, pemadatan hingga tahap akhir pekerjaan agar hasilnya sesuai spesifikasi.

Ia menegaskan kritik tersebut bukan berarti masyarakat menolak pembangunan jalan usaha tani. Warga justru mendukung infrastruktur yang dapat membantu petani, tetapi dukungan itu harus diiringi kualitas pekerjaan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mendukung pembangunan jalan usaha tani karena memang dibutuhkan petani. Tetapi kualitas pekerjaannya juga harus bagus. Jangan baru selesai beberapa hari sudah muncul retakan,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap pihak pelaksana, pengawas dan instansi terkait segera turun ke lapangan memeriksa hasil pekerjaan JUT. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi serta penyebab keretakan dan memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.

Dalam laporan sebelumnya, pekerjaan disebut dilaksanakan oleh CV Zidan Multi Mandiri. Keterangan mengenai pelaksana, spesifikasi teknis, pengawasan dan langkah perbaikan tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak perusahaan dan instansi terkait.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari CV Zidan Multi Mandiri maupun pihak pengawas mengenai kondisi tersebut dan rencana tindak lanjutnya.

Warga berharap evaluasi dilakukan secara terbuka sehingga Jalan Usaha Tani di Dusun Jamantri memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan masyarakat Desa Mekarjaya. Jika pemeriksaan menemukan pekerjaan yang tidak sesuai, warga berharap dilakukan perbaikan sesuai ketentuan.

(Redaksi)

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

NASIONAL

Berita Pilihan

Kunjungi Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

Berita Populer