KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Tanggul Sungai Kalimalang–Badami pada titik BTB 18 di Dusun Cisalak, Desa Margakarya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, dilaporkan jebol pada Jumat (16/1/2026) pagi akibat tingginya debit air dan kondisi tanggul yang sudah mengalami penurunan kekuatan struktur.
Akibat kejadian tersebut, air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di lima RT yang tersebar di RW 03, RW 04, dan RW 05. Ketinggian genangan air di dalam rumah warga bervariasi antara 10 hingga 20 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan.
Merespons cepat kondisi darurat tersebut, personel Koramil 0411/Telukjambe Barat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melaksanakan karya bakti penanganan tanggul jebol. Danramil 0411/Telukjambe Barat, Kapten Inf Joko Siswoyo, turun langsung memimpin kegiatan perbaikan sekaligus memastikan keamanan warga di sekitar bantaran sungai.
“Kami langsung melakukan langkah tanggap darurat dengan mengamankan area sekitar tanggul, membantu warga, serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar perbaikan bisa segera dilakukan dan risiko banjir lanjutan dapat diminimalisir,” ujar Kapten Joko di lokasi kegiatan, Sabtu (17/1/2026).
Dalam proses penanganan, TNI bersinergi dengan Perum Jasa Tirta (PJT), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, BPBD Kabupaten Karawang, serta unsur Polri. Tim gabungan juga melakukan pengaturan teknis terhadap pintu-pintu air di wilayah Curug, Jatiluhur, dan Walahar guna menurunkan debit aliran Sungai Kalimalang, sehingga memudahkan pekerjaan pemasangan bronjong dan penguatan struktur tanggul yang jebol.
Langkah tersebut dinilai krusial mengingat aliran sungai yang masih cukup deras akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Setelah debit air berhasil diturunkan, alat berat dikerahkan untuk membantu pemasangan bronjong dan material penguat lainnya di titik kerusakan.
“Saat ini kondisi air sudah surut total dan warga tetap berada di rumah masing-masing. Fokus utama kami adalah memperkuat tanggul dengan bronjong agar mampu menahan kiriman air apabila terjadi hujan deras kembali,” jelas Kapten Joko.
Selain perbaikan fisik tanggul, aparat gabungan juga melakukan pemantauan intensif di sepanjang bantaran sungai untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik-titik rawan baru. Danramil juga menginstruksikan Babinsa setempat untuk terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat guna memastikan sistem peringatan dini berjalan efektif.
Kapten Joko turut mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai. Ia menekankan pentingnya peran aktif warga dalam melaporkan secara cepat apabila melihat adanya retakan, rembesan air, atau potensi kerusakan tanggul lainnya.
“Kecepatan informasi dari warga sangat membantu kami dalam melakukan pencegahan lebih awal. Jangan menunggu sampai jebol, segera laporkan bila ada tanda-tanda yang mencurigakan,” tegasnya.
Hingga Sabtu sore, proses perbaikan tanggul masih terus berlangsung dan diperkirakan akan dilanjutkan hingga struktur tanggul dinyatakan cukup kuat untuk menghadapi potensi peningkatan debit air. Situasi di Dusun Cisalak secara umum dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali, dengan aparat dan instansi terkait tetap siaga melakukan pengawasan lanjutan.Kalau Pak Emed mau, saya bisa lanjutkan dengan:
(Emed Tarmedi)

