Lonjakan Harga Susu Jadi Momentum Penguatan Pangan Lokal Berbasis Ikan Teri di Karawang

KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Menyikapi lonjakan harga susu kemasan yang terjadi di pasaran dalam beberapa waktu terakhir, Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang sekaligus Ahli Kesehatan Masyarakat, Dr (C) H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., MH.Kes, mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karawang untuk melakukan inovasi dalam penyusunan menu pemenuhan gizi, khususnya dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (1/2/2026).

Menurut Emed, kenaikan harga susu perlu disikapi secara bijak dan solutif agar tidak mengganggu keberlangsungan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan mudah dijangkau masyarakat, seperti ikan teri.

“Ikan teri merupakan salah satu sumber pangan lokal yang sangat potensial. Secara ilmiah, ikan teri yang dikonsumsi bersama tulangnya memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi, bahkan dalam beberapa literatur disebutkan melebihi kandungan kalsium pada susu. Ini menjadikannya alternatif yang sangat efektif dan realistis,” ujar Emed.

Ia menjelaskan, selain kaya akan kalsium, ikan teri juga mengandung protein, fosfor, serta mineral penting lainnya yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan tulang, khususnya bagi anak usia sekolah. Oleh karena itu, ikan teri dinilai sangat relevan untuk dijadikan menu selingan atau menu utama dalam Program Makan Bergizi Gratis.

“Pemanfaatan ikan teri tidak hanya menjawab persoalan gizi, tetapi juga aspek keterjangkauan. Bahan ini relatif murah, mudah diolah, dan telah menjadi bagian dari budaya konsumsi masyarakat kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Emed menekankan bahwa penggunaan ikan teri dalam program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Dengan meningkatnya permintaan ikan teri, maka serapan hasil tangkapan nelayan lokal akan semakin besar, sehingga secara langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kabupaten Karawang sendiri memiliki potensi kelautan yang sangat besar dengan panjang garis pantai mencapai kurang lebih 84 kilometer. Potensi tersebut, menurut Emed, seharusnya dapat diintegrasikan secara optimal dengan berbagai program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, agar memberikan manfaat ganda, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun penguatan ekonomi daerah.

“Dengan hadirnya program MBG di Kabupaten Karawang, ini merupakan momentum strategis untuk menggerakkan potensi wilayah pesisir. Jika ikan teri diangkat sebagai salah satu bahan pangan utama, maka nelayan akan lebih sejahtera, ekonomi lokal bergerak, dan pada saat yang sama kualitas gizi masyarakat juga meningkat,” jelasnya.

Emed berharap pemerintah daerah, pengelola SPPG, serta seluruh pemangku kepentingan terkait dapat lebih terbuka dan progresif dalam mengembangkan menu berbasis pangan lokal, khususnya hasil laut. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya pembangunan gizi berkelanjutan sekaligus strategi pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Karawang.

“Pangan lokal adalah kekuatan kita. Jika dikelola dengan baik dan terintegrasi dengan kebijakan yang tepat, maka manfaatnya akan dirasakan secara luas oleh masyarakat,” pungkasnya.

(Redaksi)

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

NASIONAL

Berita Pilihan

Kunjungi Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

Berita Populer