KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Dewan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI Pakisjaya) menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas pemuda terhadap warga yang terdampak bencana.
Kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPK KNPI Pakisjaya, Sahabat Mulyana, SP, didampingi jajaran pengurus KNPI, Pemerintah Desa Telukbuyung, unsur Babinsa, serta BPBD Kabupaten Karawang.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kontribusi dari DPD KNPI Kabupaten Karawang serta dukungan dari DPK KNPI Kecamatan Rawamerta, sebagai wujud nyata sinergi antarorganisasi kepemudaan dalam merespons bencana banjir yang melanda wilayah pesisir utara Karawang.
Ketua DPK KNPI Pakisjaya, Mulyana, SP, mengatakan bahwa bantuan sengaja disalurkan secara langsung kepada warga agar benar-benar tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami menyalurkan bantuan ini langsung ke warga agar bisa langsung dirasakan manfaatnya. Ini adalah bentuk solidaritas pemuda terhadap saudara-saudara kita yang terdampak banjir, khususnya di Desa Telukbuyung,” ujar Mulyana.
Namun demikian, Mulyana juga menyampaikan bahwa kondisi di lapangan masih sangat membutuhkan dukungan tambahan, terutama dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Ia menilai bantuan logistik yang masuk ke wilayah Pakisjaya, khususnya Desa Telukbuyung, masih sangat minim dibandingkan dengan jumlah warga terdampak.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Karawang segera mengirimkan bantuan logistik tambahan, karena sampai saat ini bantuan yang masuk masih sangat terbatas, sementara jumlah warga terdampak cukup besar,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara Pemerintah Desa Telukbuyung, dampak banjir di wilayah tersebut tergolong cukup luas, dengan rincian sebagai berikut:
Jumlah rumah terdampak: 689 unit
Jumlah kepala keluarga (KK): 830 KK
Jumlah jiwa terdampak: 2.584 orang
Jumlah balita: 222 anak
Jumlah lansia (jompo): 109 orang
Selain permukiman warga, banjir juga merendam sekitar 144 hektare lahan pertanian, yang berpotensi mengganggu mata pencaharian warga serta ketahanan pangan lokal apabila tidak segera mendapat penanganan pascabanjir.
DPK KNPI Pakisjaya berharap adanya perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, instansi teknis, maupun pihak swasta, untuk bersama-sama mempercepat penanganan dampak banjir serta pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami siap bersinergi dengan semua pihak. Tapi tentu kami tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kehadiran pemerintah secara lebih nyata di lapangan,” pungkas Mulyana.
(Emed Tarmedi)

