Kejutan di Program MBG Bangkalan, Ribuan Siswa Terima Uang Tunai dari Haji Her  

BANGKALAN, TANIFAKTUAL.COM  – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Rabu (11/2/2026), berlangsung berbeda dari biasanya. Selain menerima paket makanan bergizi, sebanyak 1.877 siswa dari 19 sekolah juga mendapatkan uang tunai Rp 50.000 yang disisipkan di setiap ompreng makanan.

Bantuan tersebut diketahui berasal dari dana pribadi pengusaha asal Madura, Haji Khairul Umam, yang akrab disapa Haji Her dan dijuluki “Crazy Rich Madura”.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangeleyan Yayasan Kemala Bhayangkari, Fathurrosi Ali, memastikan bahwa pembagian uang tunai tersebut murni inisiatif pribadi dan tidak menggunakan anggaran program pemerintah.

“Benar, itu dari beliau pribadi. Tidak ada kaitan dengan dana MBG. Beliau memang ingin berbagi kebahagiaan kepada anak-anak,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dengan jumlah penerima 1.877 siswa dan nominal Rp 50.000 per anak, total dana yang digelontorkan mencapai Rp 93.850.000. Seluruh siswa dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA di wilayah sasaran menerima bantuan yang sama tanpa pengecualian.

Program MBG sendiri bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak sekolah guna menunjang tumbuh kembang, daya tahan tubuh, serta konsentrasi belajar. Namun tambahan uang tunai tersebut memperluas manfaat yang diterima siswa.

Sejumlah wali murid mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas bantuan tersebut. Di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat, uang Rp 50.000 dinilai cukup membantu untuk membeli alat tulis, buku, seragam, atau menambah kebutuhan sekolah lainnya.

Bagi siswa, momen menerima ompreng MBG kali ini menjadi pengalaman yang berbeda. Beberapa di antaranya baru mengetahui adanya uang tunai setelah membuka wadah makanan di sekolah.

Nama Haji Her bukan sosok baru di Madura dan Jawa Timur. Pria kelahiran Pamekasan, 25 November 1981 itu dikenal sebagai pengusaha tembakau melalui perusahaan miliknya, PT Bawang Mas Group.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang perdagangan dan pengolahan tembakau, salah satu komoditas utama Madura. Seiring perkembangan usaha, ia juga merambah sektor makanan dan minuman melalui Bento Group Indonesia, termasuk jaringan usaha kopi yang mulai diperkenalkan sejak 2023.

Kesuksesan bisnisnya membuat julukan “Sultan Madura” melekat di kalangan masyarakat. Namun, yang membuat namanya semakin dikenal luas adalah berbagai aksi sosial yang dilakukannya.

Salah satu program sosial terbesar yang pernah ia jalankan adalah pembangunan lebih dari 1.000 rumah layak huni bagi warga kurang mampu di Pamekasan. Program tersebut dilaksanakan tanpa prosedur administrasi yang rumit. Timnya cukup menerima laporan rumah tidak layak huni, melakukan verifikasi, lalu langsung membangun.

Ia menegaskan seluruh bantuan tersebut bersumber dari dana pribadi dan diniatkan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Pembagian uang tunai dalam program MBG di Bangkalan dinilai sebagai bentuk dukungan moral terhadap upaya peningkatan gizi anak-anak sekolah. Meski bantuan uang bukan bagian dari mekanisme resmi MBG, inisiatif tersebut menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam memperkuat program sosial pemerintah.

Langkah ini juga memunculkan diskusi tentang potensi kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan tokoh masyarakat dalam memperluas dampak program kesejahteraan.

Dengan total hampir Rp 94 juta yang dibagikan dalam satu kegiatan, aksi Haji Her kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pengusaha Madura yang aktif dalam kegiatan filantropi. Program MBG di Bangkalan pun menjadi momentum yang memperlihatkan bagaimana inisiatif pribadi dapat memberi efek langsung dan terasa bagi ribuan siswa serta keluarganya.

(Emed Tarmedi)

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

NASIONAL

Berita Pilihan

Kunjungi Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

Berita Populer