KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM — Menjelang panen perdana di Kecamatan Purwasari, UPTD Pertanian Kecamatan Purwasari melakukan koordinasi dengan Perum Bulog bersama mitra Bulog guna mempersiapkan pelaksanaan serapan gabah dari petani.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, mengingat saat ini harga gabah masih berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Purwasari, Dani Mulyana, S.P., M.P., mengatakan bahwa koordinasi ini penting agar proses serapan gabah dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran saat panen mulai berlangsung.
“Kecamatan Purwasari saat ini akan memasuki panen perdana. Oleh karena itu, kami dari UPTD Pertanian Kecamatan Purwasari melakukan koordinasi dengan pihak Bulog bersama mitra Bulog untuk mempersiapkan serapan gabah di wilayah kami, mengingat harga gabah saat ini masih di bawah HPP,” ujar Dani Mulyana, Rabu (22/1/2026).
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan di lapangan, UPTD akan melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta unsur TNI melalui Babinsa guna memastikan proses penyerapan berjalan tertib, transparan, dan dapat menjangkau petani secara langsung.
“Nanti di lapangan kami akan berkoordinasi dengan rekan-rekan penyuluh dan unsur Babinsa agar pelaksanaan serapan gabah berjalan lancar dan tidak menemui kendala,” jelasnya.
Dalam kegiatan koordinasi tersebut, pihak Bulog juga menugaskan petugas penilai kualitas gabah, yakni Agung, untuk memastikan mutu gabah petani sesuai dengan standar yang ditetapkan Bulog sebelum dilakukan pembelian.
Dani berharap, melalui sinergi antara UPTD, Bulog, penyuluh, dan aparat kewilayahan, program serapan gabah dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani serta membantu menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.
“Bismillahirrahmanirrahim, mudah-mudahan pelaksanaan serapan gabah di Kecamatan Purwasari dapat berjalan lancar tanpa kendala apa pun dan benar-benar membantu petani,” pungkasnya.
(Emed Tarmedi)

