BOGOR, TANIFAKTUAL.COM – Kemacetan parah yang kerap terjadi di akses menuju Kampus IPB Dramaga mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi dan alumni. Alim Setiawan bersama Ketua Umum Himpunan Alumni IPB, Fauzi Amro, menyatakan komitmen untuk terlibat langsung dalam upaya penanganan kemacetan di kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (22/12/2025).
Inisiatif ini disusun berbasis hasil penelitian yang telah memetakan penyebab kemacetan secara kuantitatif. Studi tersebut menunjukkan bahwa kemacetan dipicu oleh volume kendaraan yang melampaui kapasitas jalan, rendahnya kinerja simpang tanpa sinyal, serta pengelolaan angkutan umum yang belum tertata dengan baik. Pertumbuhan kawasan pendidikan, permukiman, dan aktivitas ekonomi di sekitar Dramaga juga belum diimbangi dengan peningkatan kapasitas jaringan jalan.
Rektor IPB University Alim Setiawan menegaskan bahwa kampus akan berkontribusi aktif melalui penyediaan data lalu lintas, kajian teknis, serta rekomendasi kebijakan berbasis riset. Menurutnya, pendekatan ilmiah dalam bidang transportasi dan tata ruang menjadi fondasi penting dalam merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum HA IPB Fauzi Amro menyampaikan bahwa alumni IPB memiliki sumber daya keahlian yang relevan dengan persoalan transportasi perkotaan. HA IPB akan mengoordinasikan peran alumni lintas sektor guna mendukung solusi yang tidak hanya konseptual, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Sekretaris Jenderal HA IPB, Anggawira, menambahkan bahwa langkah awal kolaborasi ini akan difokuskan pada sinkronisasi hasil riset dengan kebijakan pembangunan. Rekomendasi teknis diarahkan pada perbaikan simpang, penerapan manajemen lalu lintas, serta penataan angkutan umum di titik-titik kritis kawasan Dramaga.
Ke depan, kolaborasi ini juga direncanakan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, yang akan dibahas dalam pertemuan lanjutan bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Peran Bappenas dipandang strategis dalam menyelaraskan penanganan kemacetan dengan perencanaan pembangunan wilayah serta kebijakan jangka menengah.
Dukungan terhadap langkah kolaboratif ini juga datang dari Pemerintah Kota Bogor. Dedie A. Rachim menyatakan bahwa koordinasi lintas wilayah sangat penting, mengingat pergerakan kendaraan di Dramaga memiliki keterkaitan langsung dengan arus lalu lintas Kota Bogor.
Kolaborasi antara IPB University, HA IPB, Bappenas, dan Pemerintah Kota Bogor ini ditargetkan mampu menghasilkan perbaikan kinerja lalu lintas yang terukur dan dapat dievaluasi secara berkala. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi solusi sistematis dan berkelanjutan dalam mengurai kemacetan menuju Kampus IPB Dramaga.
(Emed Tarmedi)

