KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Keluarga Besar Kodim 0604/Karawang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Darul Muttaqien, Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0604/Karawang, Senin (19/1/2026). Kegiatan keagamaan ini menjadi sarana pembinaan mental dan rohani prajurit dalam rangka memperkuat keimanan, memperkokoh akhlak, serta membentuk karakter prajurit yang profesional dan berintegritas.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Bentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan komitmen TNI AD, khususnya Kodim 0604/Karawang, dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya tangguh secara fisik dan profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
Kegiatan diikuti oleh para prajurit, PNS TNI, serta jajaran keluarga besar Kodim 0604/Karawang. Suasana khidmat terasa sejak awal acara, yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan, dan diakhiri dengan doa bersama.
Tausiyah disampaikan oleh Kopral Kepala (Kopka) Imat Ruhimat, anggota Kodim 0604/Karawang yang dikenal luas dengan panggilan Ustaz Gledek. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan bulan Rajab sebagai momentum awal melakukan introspeksi dan pembersihan diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Menurutnya, rangkaian bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadan merupakan satu kesatuan proses spiritual yang harus dipahami secara utuh oleh umat Islam.
“Kita berada di bulan Rajab untuk membersihkan badan atau jasmani, sebagai bentuk persiapan menghadapi bulan Sya’ban yang berfungsi membersihkan hati. Setelah itu, kita akan memasuki bulan suci Ramadan, yaitu saat membersihkan ruh kita agar semakin dekat kepada Allah SWT,” ujar Ustaz Gledek di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa ibadah yang diterima Allah SWT tidak hanya ditentukan oleh banyaknya amal, tetapi juga oleh kebersihan hati dan niat. Oleh karena itu, penyakit-penyakit hati harus disadari dan diupayakan untuk dihilangkan.
“Sifat iri, dengki, hasad, ujub, riya, sombong, dan takabur adalah penghalang utama dalam meraih keikhlasan. Jika penyakit ini masih ada di hati, maka amal ibadah kita bisa menjadi sia-sia. Maka dari itu, bersihkan hati sebelum memperbanyak amal,” tegasnya.
Lebih jauh, Ustaz Gledek juga mengajak para prajurit untuk memaknai peristiwa Isra Mi’raj tidak semata sebagai sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi sebagai peristiwa besar yang membawa pesan penting tentang kedisiplinan ibadah, khususnya shalat, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
“Isra Mi’raj adalah perintah langsung dari Allah SWT tentang kewajiban shalat. Tapi lebih dari itu, peristiwa ini juga mengajarkan kita untuk menjaga hati, memperkuat keimanan, dan selalu berprasangka baik atau husnuzan kepada orang lain. Inilah yang akan membentuk karakter prajurit yang kuat, tidak mudah terpancing emosi, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Ia menilai bahwa prajurit yang memiliki hati bersih dan akhlak yang baik akan lebih mampu menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan loyalitas, sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.
Peringatan Isra Mi’raj ini juga menjadi bagian dari program pembinaan mental rohani (Bintalroh) yang secara rutin dilaksanakan di lingkungan TNI AD sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kemampuan fisik, intelektual, dan spiritual prajurit.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh prajurit Kodim 0604/Karawang dapat memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus meningkatkan kualitas pribadi sebagai insan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta perlindungan Allah SWT bagi seluruh prajurit dan keluarga besar Kodim 0604/Karawang, agar senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kelancaran dalam mengemban amanah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(Emed Tarmedi)

