KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM — Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang, Dr (C) H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., MH.Kes, mengimbau Perum Bulog dan Pemerintah Daerah untuk memperkuat langkah penyerapan gabah petani menyusul menurunnya harga gabah dan kondisi panen yang terdampak cuaca di wilayah Kecamatan Cibuaya dan Pedes.

Emed menyampaikan bahwa curah hujan yang tinggi menyebabkan kadar air gabah meningkat sehingga kualitas menurun dan berdampak pada harga jual di tingkat petani yang saat ini berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Di lapangan, harga gabah berkisar antara Rp4.000 sampai Rp5.000 per kilogram, sementara HPP ditetapkan Rp6.500. Dengan biaya produksi yang tidak sedikit, tentu kondisi ini cukup memberatkan petani,” ujar Emed, Jumat (16/1/2026).
Ia berharap Bulog dapat lebih aktif hadir di sentra-sentra produksi untuk melakukan penyerapan gabah, dengan tetap mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku.
“Kami berharap Bulog dapat memperluas pola jemput bola ke sawah-sawah petani, sehingga hasil panen tetap terserap dan petani tidak terlalu terdampak oleh fluktuasi kualitas akibat cuaca,” ungkapnya.
Selain itu, Emed juga mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Karawang untuk mempercepat pendataan lahan terdampak serta memfasilitasi sarana pascapanen, seperti mesin pengering (dryer) dan dukungan distribusi gabah.
“Koordinasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar penanganan bisa lebih cepat dan terarah. Ini penting untuk menjaga keberlangsungan usaha tani masyarakat,” tambahnya.
Sebagai daerah penyangga pangan nasional, Emed menilai keberlanjutan produksi di Karawang perlu ditopang dengan kebijakan yang berpihak pada petani, terutama saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“Kesejahteraan petani adalah fondasi utama ketahanan pangan. Karena itu, kami berharap ada langkah-langkah nyata yang bisa segera dirasakan manfaatnya oleh petani di lapangan,” tuturnya.
Dewan Pengurus Cabang Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pendataan, distribusi, serta pengawalan penyerapan gabah petani di wilayah terdampak.
(Redaksi)

