JAKARTA, TANIFAKTUAL.COM – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan kedokteran yang aman, beretika, dan bebas dari perundungan merupakan fondasi utama dalam mencetak dokter spesialis yang profesional dan berintegritas, Kamis(15/1/2026).
Hal tersebut disampaikan Putih Sari dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IX DPR RI bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurutnya, isu perundungan di dunia pendidikan kedokteran tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan internal semata, melainkan sudah menjadi persoalan serius yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia kesehatan nasional.
“Praktik perundungan yang terus berulang berpotensi mengganggu proses pembentukan tenaga medis yang berkualitas. Ini bukan hanya soal etika, tapi menyangkut masa depan pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas Putih Sari.
Ia menilai, tekanan psikologis yang dialami peserta didik akibat budaya senioritas yang tidak sehat dapat memengaruhi kesehatan mental, motivasi belajar, bahkan keselamatan pasien di masa depan jika tidak segera ditangani secara sistemik.
Putih Sari juga mendorong agar institusi pendidikan kedokteran, rumah sakit pendidikan, serta organisasi profesi dapat membangun sistem pengawasan dan mekanisme pengaduan yang aman bagi peserta didik, tanpa takut adanya intimidasi atau sanksi sosial.
“Harus ada sistem perlindungan yang jelas bagi dokter muda dan peserta pendidikan spesialis. Lingkungan belajar harus menjadi ruang yang mendukung, bukan menakutkan,” ujarnya.
Dalam RDPU tersebut, Komisi IX DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perbaikan tata kelola pendidikan kedokteran, termasuk penguatan regulasi dan pengawasan agar praktik perundungan dapat dicegah secara menyeluruh.
Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan dokter spesialis sekaligus memastikan keberlanjutan sistem pelayanan kesehatan nasional yang berorientasi pada keselamatan pasien dan profesionalisme tenaga medis.
Sumber : Fraksi Gerindra
(Emed Tarmedi)

