KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dialihkan sementara untuk membantu warga terdampak banjir yang hingga kini masih merendam permukiman dan fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah.
Pengalihan dilakukan karena sejumlah sekolah di wilayah tersebut terendam banjir sehingga kegiatan belajar mengajar tidak memungkinkan untuk dilaksanakan. Dengan demikian, porsi MBG yang semula diperuntukkan bagi peserta didik dialihkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak banjir.
Setiap hari, sekitar 1.000 porsi makanan bergizi disiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Karangligar dan disalurkan langsung kepada warga. Distribusi dilakukan dengan sistem jemput bola, baik melalui pembagian langsung ke rumah-rumah warga, posko pengungsian, maupun titik kumpul di wilayah yang dapat dijangkau petugas.
Makanan dibungkus menggunakan kertas nasi ramah lingkungan, dengan menu yang tetap memenuhi standar gizi, terdiri dari nasi, ayam bakar sebagai sumber protein hewani, tempe goreng sebagai protein nabati, sayuran, lalapan timun dan selada, serta buah pisang sebagai sumber vitamin dan energi.
Di tengah kondisi banjir yang menyulitkan aktivitas memasak, bantuan MBG menjadi sumber pangan utama bagi sebagian warga. Sejak pagi hari, warga terlihat sudah berkumpul di sekitar titik distribusi sambil menunggu bantuan logistik, karena hingga saat itu pasokan bantuan dari beberapa jalur belum sepenuhnya tiba.
Salah seorang warga, Komariah, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut.
“Kami sangat terbantu. Rumah masih kebanjiran, mau masak juga sulit. Dengan adanya makanan dari MBG ini, kami sekeluarga bisa makan tanpa harus bingung mencari bahan makanan,” ujar Komariah.
Selain membantu kebutuhan pangan harian, program MBG juga dinilai membantu menjaga kondisi kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia, agar tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup di tengah situasi darurat yang rawan menimbulkan penyakit.
Kepala SPPG Desa Karangligar, Jauharil Firdaus, menjelaskan bahwa pengalihan distribusi MBG merupakan keputusan cepat untuk memastikan makanan yang sudah diproduksi tetap bermanfaat dan tidak terbuang.
“Karena sekolah-sekolah terendam banjir dan siswa diliburkan, maka kami alihkan penyaluran MBG untuk warga terdampak. Ini bagian dari fleksibilitas program agar tetap bermanfaat dalam kondisi darurat,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyaluran MBG akan terus dilakukan selama kondisi banjir masih berlangsung, dengan prioritas pada wilayah yang terdampak paling parah serta lokasi yang dekat dengan dapur MBG agar distribusi tetap efektif dan makanan tetap layak konsumsi.
“Kami juga berkoordinasi dengan aparat desa dan relawan untuk menentukan titik distribusi yang paling membutuhkan,” tambahnya.
Langkah cepat SPPG tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, yang menilai bahwa pengalihan MBG untuk korban banjir menunjukkan fleksibilitas dan kepedulian sosial dari pelaksana program di lapangan, Sabtu (25/1/2026).
“Saya sangat mengapresiasi SPPG yang sigap mengalihkan MBG untuk membantu korban banjir. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya untuk situasi normal, tetapi juga bisa menjadi bagian dari respons kebencanaan,” ujar Bupati Aep.
Menurutnya, Program MBG merupakan program nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang memiliki dampak strategis tidak hanya pada sektor kesehatan anak, tetapi juga pada pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Program MBG ini sangat mulia. Manfaatnya besar: meningkatkan kesehatan anak-anak, menurunkan angka kesakitan di usia sekolah, menurunkan stunting, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat karena bahan makanan disuplai oleh UMKM lokal,” katanya.
Bupati Aep menambahkan bahwa dalam situasi bencana, keberadaan dapur MBG yang aktif justru dapat mempercepat penanganan kebutuhan dasar warga, terutama pangan bergizi, yang sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh masyarakat.
“Kami dari Pemkab Karawang sangat mendukung agar MBG terus berjalan dan bisa bersinergi dengan program penanggulangan bencana, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat terus melakukan penanganan banjir, baik melalui evakuasi, penyediaan logistik, maupun pemantauan kesehatan warga, sembari menunggu surutnya genangan air di wilayah terdampak.
(Emed Tarmedi)

