JAKARTA, TANIFAKTUAL.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mendorong penguatan ekosistem hulu pangan nasional guna menopang keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dorongan tersebut disampaikan saat menerima Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB (HA IPB) terpilih, Fauzi Amro dan Anggawira, di kantor Bappenas, kawasan Taman Surapati, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa MBG tidak hanya merupakan program pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan sistem rantai pasok pertanian yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ketersediaan bahan pangan yang stabil, berkualitas, serta terdistribusi tepat waktu dari hulu hingga pengolahan awal menjadi prasyarat utama keberhasilan program ini.
“Program MBG sangat bergantung pada kekuatan produksi pangan dalam negeri. Karena itu, penguatan hulu pertanian menjadi fondasi agar pasokan bahan pangan dapat terjaga secara konsisten, baik dari sisi volume, mutu, maupun kontinuitas,” ujar Rachmat.
Bappenas mendorong alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengonsolidasikan berbagai profesi strategis, mulai dari petani, peternak, nelayan, ahli gizi, teknolog pangan, hingga pelaku logistik. Konsolidasi ini diarahkan untuk memperkuat backward industry MBG, sehingga kebutuhan pangan program tersebut bersumber dari produksi nasional dan berbasis wilayah.
Menurut Rachmat, MBG memerlukan pola produksi yang terjadwal dengan standar mutu yang seragam. Oleh karena itu, skema kemitraan dan kontrak produksi dinilai penting untuk memberikan kepastian pasar dan harga bagi produsen, sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan bagi dapur MBG di daerah.
Ketua Umum DPP HA IPB terpilih, Fauzi Amro, menyatakan kesiapan alumni IPB untuk berperan sebagai simpul koordinasi lintas profesi dalam penguatan hulu pangan. “Alumni IPB siap menyatukan rantai produksi, pascapanen, hingga distribusi agar selaras dengan kebutuhan MBG di berbagai daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP HA IPB terpilih, Anggawira, menambahkan bahwa penguatan hulu pangan MBG akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani dan pelaku usaha desa. “Pendekatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan dan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” katanya.
Bappenas menilai keterlibatan perguruan tinggi beserta jejaring alumninya memiliki peran strategis dalam penyusunan standar teknis, pendampingan lapangan, serta pemanfaatan data produksi pangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat integrasi pelaksanaan MBG dengan perencanaan pembangunan di tingkat pusat dan daerah.
Pertemuan ini menegaskan arah MBG sebagai program gizi nasional yang ditopang oleh sistem produksi pangan dalam negeri yang kuat. Penguatan hulu pertanian dipandang sebagai kunci agar MBG berjalan konsisten, efisien, serta memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat.
(Emed Tarmedi)

