KOTA BEKASI, TANIFAKTUAL.COM – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mustika Jaya di Kampung Ciketing Rawamulya RT 04 RW 02, Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, resmi berjalan dan langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain menjalankan fungsi pelayanan pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), dapur SPPG ini juga menyerap sekitar 47 tenaga kerja dan relawan dari warga setempat.
Ketua RW 02, Dedi Handoko, menyampaikan apresiasi atas hadirnya SPPG Mustika Jaya yang dinilai mampu menjadi wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi dan memfasilitasi penuh kegiatan ini. Kehadiran SPPG Mustika Jaya bukan hanya menjalankan program pelayanan gizi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Kami menekankan kepada para relawan agar bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga kekompakan, serta ikut menyukseskan program pemerintah,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, sinergi antara pengurus wilayah, yayasan, dan masyarakat menjadi kunci agar program berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Sementara itu, Ahmad Samaludin selaku Kepala Bidang Usaha Yayasan Pedepokan Pandan Ireng menyatakan pihak yayasan akan berkolaborasi penuh dalam menjalankan program MBG melalui SPPG Mustika Jaya.
Ia menegaskan bahwa seluruh relawan dan tenaga kerja harus menjunjung tinggi etika kerja, disiplin, serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
“Kami memberikan arahan agar seluruh proses berjalan sesuai tahapan dan standar yang berlaku. Kerja kolaboratif sangat penting. Kami tekankan pentingnya menjaga kebersihan, kerapihan, serta solidaritas tim. Ini bukan hanya pekerjaan, tetapi bentuk pengabdian dalam mendukung program nasional,” jelas Ahmad.
Ia juga mengajak seluruh relawan untuk tetap solid dan menjaga komitmen dalam mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Tiga Tahapan Operasional
Ahmad menjelaskan bahwa dalam proses operasional SPPG Mustika Jaya terdapat tiga tahapan utama yang harus dijalankan secara sistematis dan disiplin.
Tahap pertama adalah persiapan dan pemrosesan bahan makanan.
Tahap ini meliputi pengadaan dan seleksi bahan baku, pencucian, pemotongan, hingga proses memasak. Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan standar keamanan pangan dan nilai gizi yang telah ditentukan. Kebersihan area dapur serta kelayakan peralatan menjadi perhatian utama.
Tahap kedua adalah pemorsian.
Pada tahap ini, makanan yang telah dimasak dibagi sesuai takaran yang telah ditetapkan. Ketelitian sangat dibutuhkan agar setiap porsi memiliki komposisi gizi yang seimbang dan merata. Relawan dituntut menjaga higienitas selama proses pemorsian berlangsung.
Tahap ketiga adalah distribusi.
Makanan yang telah diporsikan kemudian didistribusikan ke titik-titik sasaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Proses distribusi dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan makanan sampai dalam kondisi baik, layak konsumsi, dan tepat waktu.
Menurut Ahmad, ketiga tahapan tersebut harus berjalan berkesinambungan agar kualitas pelayanan tetap terjaga. Evaluasi rutin juga akan dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan optimal.
Dengan terserapnya sekitar 47 tenaga kerja dan relawan dari lingkungan sekitar, kehadiran SPPG Mustika Jaya diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Selain memperoleh penghasilan, para relawan juga mendapatkan pengalaman kerja, pelatihan kedisiplinan, serta pembelajaran mengenai manajemen dapur dan standar keamanan pangan.
Program ini sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara unsur masyarakat, pengurus lingkungan, dan yayasan dalam mendukung implementasi program pemerintah di tingkat akar rumput.
Melalui semangat gotong royong dan kerja sama yang solid, SPPG Mustika Jaya diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Mustika Jaya, baik dari sisi peningkatan gizi maupun pemberdayaan ekonomi warga sekitar.
(Emed Tarmedi)

