KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Rakornas tersebut diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, dan diikuti oleh seluruh kepala daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota se-Indonesia.
Bupati Karawang hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang yang terdiri dari Wakil Bupati Karawang, Ketua DPRD Karawang, Kapolres Karawang, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Komandan Distrik Militer (Dandim) Karawang, serta Sekretaris Daerah. Kehadiran lengkap unsur Forkopimda tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memperkuat soliditas pemerintahan daerah serta memastikan kesinambungan kebijakan pusat dan daerah berjalan secara harmonis, Senin (2/2/2016).
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 menjadi forum strategis nasional untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, dan membangun sinergi lintas pemerintahan dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks, baik yang bersumber dari dinamika global maupun persoalan domestik.
Dalam Rakornas tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan yang komprehensif dan bersifat strategis. Arahan Presiden mencakup berbagai isu krusial, mulai dari perkembangan geopolitik dunia, arah kebijakan ekonomi nasional, penguatan kemandirian bangsa, hingga penegasan program-program prioritas yang harus diimplementasikan secara konsisten di seluruh daerah.
Melalui pernyataan yang dikutip dari akun Instagram pribadinya, Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan nasional.
“Presiden menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak mungkin dicapai tanpa adanya keselarasan kebijakan dan kerja bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujar Bupati Aep Syaepuloh.
Menurut Aep, Presiden Prabowo juga mengingatkan para kepala daerah agar memiliki pemahaman yang utuh terhadap dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Situasi global saat ini, menurut Presiden, berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas nasional, baik di sektor ekonomi, pangan, energi, maupun keamanan.
Pemahaman terhadap geopolitik dunia tersebut dinilai penting agar setiap kebijakan yang diambil di daerah tetap selaras dengan kepentingan nasional dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berkontribusi secara nyata terhadap ketahanan nasional.
Selain isu geopolitik, Presiden Prabowo memberikan penekanan kuat pada kebijakan hilirisasi sebagai strategi utama memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Hilirisasi tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga sebagai upaya membangun struktur industri nasional yang kuat, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan hilirisasi melalui penyediaan regulasi yang kondusif, kepastian investasi, serta penguatan sumber daya manusia di daerah.
Isu lingkungan hidup juga menjadi perhatian serius dalam Rakornas tersebut. Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan, menurut Presiden, berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang yang justru merugikan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya program-program pro rakyat. Program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar bersifat administratif atau seremonial.
Presiden menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat harus tercermin dalam kebijakan konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama yang kembali ditekankan Presiden dalam Rakornas tersebut. Presiden menilai ketahanan pangan sebagai fondasi strategis bagi stabilitas nasional, khususnya di tengah ancaman krisis pangan global, perubahan iklim, dan gangguan rantai pasok internasional.
Pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di wilayah masing-masing sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan nasional. Menurut Presiden, keamanan dan ketertiban merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya pembangunan yang berkelanjutan serta terciptanya iklim investasi yang kondusif.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E menilai seluruh arahan yang disampaikan Presiden Prabowo menjadi pedoman strategis bagi Pemerintah Kabupaten Karawang dalam merumuskan dan menjalankan program pembangunan daerah ke depan.
“Berbagai arahan yang disampaikan Bapak Presiden, mulai dari geopolitik dunia, hilirisasi, lingkungan hidup, kemandirian ekonomi, program pro rakyat, ketahanan pangan, hingga pertahanan dan keamanan, menjadi pegangan penting bagi kami di daerah,” ungkap Bupati Aep.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, sekaligus menjalin kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan daerah berjalan secara berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 ini dinilai sebagai momentum penting untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi antarpemerintah, serta memastikan setiap daerah memiliki arah pembangunan yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam menghadapi tantangan nasional maupun global ke depan.
(Emed Tarmedi)

