KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang terus mengintensifkan penanganan bencana banjir yang merendam tujuh kecamatan dan sedikitnya 20 desa di wilayah Karawang. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E secara tegas mengajak perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Karawang untuk tidak tinggal diam dan ikut berperan aktif membantu masyarakat terdampak banjir.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Aep usai memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, camat, serta unsur terkait lainnya di Kantor BPBD Karawang, Rabu (21/1/2026).
“Saya mengajak seluruh perusahaan yang ada di Karawang, terutama perusahaan besar di kawasan industri, jangan hanya diam. Turun langsung ke lapangan, bersinergi dengan BPBD atau Dinas Sosial, dan bantu saudara-saudara kita yang sedang terdampak banjir. Ini saatnya kita hadir bersama masyarakat,” tegas Bupati Aep.
Bupati Aep menjelaskan, banjir yang terjadi sejak beberapa hari terakhir sempat meluas akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah aliran sungai. Meski saat ini kondisi air di beberapa titik sudah mulai berangsur surut, pemerintah daerah tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah langganan genangan.
“Kondisi memang sudah lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya, tetapi kita tidak boleh lengah. OPD, camat, dan kepala desa saya minta terus memantau perkembangan di lapangan, termasuk kondisi tanggul dan debit air sungai,” ujarnya.
Bupati juga menginstruksikan agar aparat kewilayahan terus memastikan keamanan warga, ketersediaan logistik, serta kelancaran evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkab Karawang menaruh perhatian khusus pada aspek kesehatan warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan warga yang memiliki penyakit kronis.
Dinas Kesehatan diminta untuk mengintensifkan pelayanan melalui puskesmas keliling, pos kesehatan di lokasi pengungsian, serta pendataan warga yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.
“Kesehatan warga harus menjadi prioritas. Jangan sampai muncul penyakit pascabanjir seperti diare, ISPA, atau penyakit kulit. Layanan kesehatan harus menjangkau seluruh titik terdampak,” kata Bupati Aep.
Bupati Aep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karawang yang telah terlibat aktif dalam penanganan bencana, baik melalui kerja langsung di lapangan, dapur umum, distribusi bantuan, maupun partisipasi dalam donasi kemanusiaan.
Selain itu, dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga dinilai sangat membantu dalam memperkuat upaya penanganan banjir di Karawang, termasuk dalam hal logistik dan koordinasi lintas wilayah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Jawa Barat, para ASN, relawan, TNI-Polri, serta seluruh pihak yang telah membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Sinergi ini sangat penting agar penanganan bisa berjalan cepat dan tepat,” ucapnya.
Dalam jangka menengah, Pemkab Karawang akan memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan langkah-langkah teknis, termasuk evaluasi kondisi tanggul, normalisasi sungai, serta perbaikan infrastruktur pengendali banjir di titik-titik rawan.
Salah satu prioritas utama pemerintah daerah adalah penanganan rumah warga yang roboh atau mengalami kerusakan berat akibat banjir. Rumah-rumah tersebut akan dipetakan dan menjadi skala prioritas untuk segera mendapatkan bantuan perbaikan maupun pembangunan kembali.
“Kita tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tapi juga pada pemulihan pascabanjir. Rumah warga yang roboh akan menjadi prioritas untuk segera dibangun kembali agar masyarakat bisa kembali hidup dengan layak dan aman,” tegas Bupati Aep.
Bupati Aep menegaskan bahwa keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sangat dibutuhkan, mengingat luasnya wilayah terdampak dan besarnya kebutuhan masyarakat, mulai dari makanan, air bersih, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan kebersihan.
Ia berharap perusahaan-perusahaan di Karawang tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga terlibat dalam program pemulihan, seperti perbaikan fasilitas umum, sarana ibadah, sekolah, serta lingkungan pemukiman warga.
“Karawang ini adalah rumah kita bersama. Ketika masyarakat terdampak bencana, semua pihak harus bergerak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” pungkasnya.
(Emed Tarmedi)

