KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengumumkan keberhasilan mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian swasembada pangan bukan merupakan hasil kerja satu kementerian semata, melainkan buah dari kolaborasi lintas kementerian dan lembaga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh serta petani Indonesia,” ujar Mentan Amran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025, produksi beras nasional tahun 2025 diperkirakan mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik yang berada pada kisaran 30–31 juta ton per tahun.
Selain peningkatan produksi, pemerintah juga mencatatkan rekor tertinggi pengadaan beras oleh Perum Bulog sepanjang sejarah pada tahun 2025. Bulog melakukan pembelian gabah langsung dari petani tanpa batasan kualitas dengan harga Rp6.500 per kilogram, sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap kesejahteraan petani.
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sempat mencapai angka 4,2 juta ton pada Juni 2025, dan pada awal 2026 masih berada di kisaran 3,25 juta ton, meskipun telah digunakan untuk penyaluran bantuan bencana serta stabilisasi harga.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat utama kedaulatan bangsa.
“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga menyampaikan bahwa pencapaian ini jauh lebih cepat dari target awal yang diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun, namun berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun pemerintahan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kontribusinya dalam pencapaian target swasembada pangan 2025.
Selain itu, sejumlah kepala daerah, aparat TNI-Polri, penyuluh pertanian, serta tokoh petani dari berbagai daerah juga menerima Satyalancana Wira Karya dan Bintang Jasa sebagai bentuk apresiasi negara terhadap peran mereka dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Salah satu penerima Satyalancana Wira Karya adalah Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., yang dinilai berhasil mendukung program pertanian dan menjaga posisi Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Keberhasilan swasembada pangan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk melanjutkan target swasembada komoditas pangan lainnya seperti jagung dan singkong, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor pertanian.
(Emed Tarmedi)

