KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Baabul Khoir, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan Rajaban yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 Januari 2026 ini tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual atas perjalanan agung Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum penting bagi penguatan sarana pendidikan keagamaan di wilayah tersebut.
Momentum religius tersebut semakin istimewa dengan diresmikannya Gedung Majelis Taklim Baabul Khoir oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., yang akrab disapa Kang HES. Peresmian dilakukan secara langsung usai Kang HES menyampaikan sambutan di hadapan para santri, pengasuh pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah yang memadati area pesantren.
Gedung majelis taklim yang diresmikan ini dibangun sebagai fasilitas utama untuk menunjang kegiatan pengajian rutin, pendidikan keagamaan, pembinaan akhlak generasi muda, serta aktivitas dakwah masyarakat sekitar. Kehadiran gedung baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar sekaligus memperluas jangkauan pelayanan keagamaan Ponpes Baabul Khoir bagi warga Plawad dan sekitarnya.
Dalam prosesi peresmian, Kang HES menandatangani plakat peresmian yang dibingkai secara simbolik dan dipasang di dinding gedung. Pada plakat tersebut tertulis bahwa gedung diresmikan “Dengan Rahmat Allah SWT” oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang. Kalimat tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan sarana ibadah dan pendidikan tidak hanya bernilai fisik, tetapi juga mengandung nilai ibadah dan pengabdian kepada umat.
Dalam sambutannya, Kang HES menegaskan bahwa pesantren, majelis taklim, dan lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat, khususnya di tengah tantangan sosial dan moral yang semakin kompleks.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan akhlak, disiplin, dan kepedulian sosial. Karena itu, negara dan pemerintah daerah wajib hadir mendukung penguatan lembaga-lembaga keagamaan seperti ini,” ujar Kang HES.
Ia juga menyampaikan bahwa DPRD Kabupaten Karawang terus mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan, sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Secara khusus, Kang HES menyampaikan pesan tertulis kepada keluarga besar santri dan jamaah Majelis Taklim Baabul Khoir. Pesan tersebut mengutip kalimat hikmah berbahasa Arab yang menekankan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu sejak usia muda, serta kesiapan menghadapi kesulitan dalam proses belajar.
“Barang siapa yang tidak pernah merasakan masyaqqah (kesulitan) dalam mencari ilmu, maka ia akan senantiasa berada dalam kebodohan sepanjang masa. Dan barang siapa yang tidak mencari ilmu di waktu muda, maka bertakbirlah empat kali untuknya,” demikian kutipan pesan yang disampaikan Kang HES.
Menurutnya, pesan tersebut relevan dengan semangat Isra Mi’raj, di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat sebagai fondasi utama pembentukan akhlak dan kedisiplinan umat Islam. Oleh karena itu, gedung majelis taklim yang baru diresmikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperkuat pendidikan spiritual dan intelektual umat.
“Gedung ini jangan hanya menjadi bangunan, tapi harus menjadi pusat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Pimpinan Ponpes Baabul Khoir dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Ketua DPRD Kabupaten Karawang terhadap pengembangan fasilitas pesantren dan majelis taklim. Ia menyebut bahwa kehadiran gedung baru ini sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas kegiatan pendidikan dan dakwah yang selama ini terus berkembang.
“Kami berharap gedung ini menjadi wasilah kebaikan, tempat lahirnya para pencari ilmu yang kelak menjadi penerang umat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Acara PHBI Isra Mi’raj di Ponpes Baabul Khoir juga diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan, di antaranya pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat, tausiyah keagamaan, serta doa bersama untuk keberkahan daerah dan keselamatan bangsa. Kehadiran para tokoh masyarakat dan jamaah dari berbagai wilayah menambah semarak sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga.
Peresmian Gedung Majelis Taklim Baabul Khoir yang bertepatan dengan momentum Isra Mi’raj ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan pendidikan Islam di Kelurahan Plawad dan sekitarnya, sekaligus menjadi simbol sinergi antara lembaga keagamaan dan unsur pemerintah daerah dalam membangun Karawang yang religius, berdaya saing, dan berkarakter.
(Emed Tarmedi)

