KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan menurunnya debit air yang masuk ke area persawahan, UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Purwasari melakukan peninjauan langsung ke lapangan, tepatnya di wilayah Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Jumat (22/1/2026).

Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Purwasari, Dani Mulyana, S.P., M.P., didampingi Koordinator Penyuluh Pertanian Siti Milkatul, S.P., Pengurus Gapoktan Tanimandiri Desa Darawolong Husen, serta perangkat desa setempat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap keluhan petani yang mengkhawatirkan terganggunya kebutuhan air untuk lahan pertanian.
Dalam peninjauan di lokasi, tim UPTD melakukan pengecekan langsung terhadap aliran air, kondisi saluran, serta titik-titik yang dilaporkan bermasalah. Berdasarkan hasil pengamatan, debit air yang mengalir ke area persawahan saat ini masih dalam kondisi mencukupi untuk kebutuhan tanaman padi.
Namun demikian, ditemukan kendala utama berupa jebolnya tanggul pada saluran irigasi subsekunder BTUT4. Secara administratif, saluran irigasi BTUT4 berada di Desa Tirta Sari, Kecamatan Tirta Mulia, namun selama ini air dari saluran tersebut dimanfaatkan oleh para petani sawah di Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari.
“Kondisi air saat ini masih cukup. Hanya saja, kendala utamanya adalah jebolnya tanggul di saluran sekunder ini. Sementara ini sudah dirucuk oleh masyarakat secara swadaya, sehingga aliran air masih bisa tertangani,” ujar Dani Mulyana di sela-sela peninjauan.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan gotong royong masyarakat petani yang secara mandiri melakukan penanganan darurat demi menjaga kelancaran aliran air ke sawah. Upaya swadaya tersebut dinilai sangat membantu, terutama di tengah kebutuhan air yang cukup tinggi.
Saat ini, tanaman padi di wilayah tersebut tengah memasuki fase vegetatif (standing crop), yaitu fase pertumbuhan awal yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah cukup dan berkelanjutan. Apabila permasalahan irigasi tidak segera mendapatkan penanganan permanen, dikhawatirkan dapat berdampak pada produktivitas hasil pertanian.
“Mudah-mudahan ke depan permasalahan ini bisa segera ditangani secara permanen atau mendapatkan solusi jangka panjang, sehingga para petani tidak lagi mengalami kendala air, khususnya pada masa pertumbuhan tanaman,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Purwasari memastikan akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait serta menyampaikan laporan resmi kepada dinas teknis di tingkat kabupaten. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan instansi pengelola irigasi, yakni Perum Jasa Tirta II (PJT II) melalui Seksi Telaga Sari, guna mencari solusi terbaik sesuai kewenangan masing-masing.
“Kami dari UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Purwasari akan menindaklanjuti temuan ini dengan berkoordinasi ke pihak terkait dan melaporkannya ke dinas. Untuk sementara kondisi air masih aman, namun titik di saluran subsekunder ini memang menjadi kendala utama yang harus segera ditangani,” tegas Dani Mulyana.
UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Purwasari menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, responsif terhadap laporan petani, serta memastikan ketersediaan air irigasi tetap terjaga demi mendukung produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah.
“Terima kasih kepada para petani dan seluruh Sobat Tani di Kecamatan Purwasari atas kerja sama dan kepeduliannya. Sementara ini itulah yang dapat kami laporkan,” pungkas Dani Mulyana.
(Emed Tarmedi)

