KARAWANG, TANIFAKTUAL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kembali mengambil langkah strategis dalam upaya pembinaan karakter pelajar. Pada Minggu (7/12/2025), sebanyak 50 pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) resmi diberangkatkan menuju Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana untuk mengikuti Program Pendidikan Bela Negara selama satu minggu penuh, Minggu (7/12/2025).
Pelepasan peserta dilakukan di Plaza Pemda Karawang, dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, disaksikan jajaran Disdikpora, orang tua siswa, serta para kepala sekolah.
Ke-50 peserta berasal dari 42 SMP yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang. Rinciannya terdiri dari 47 siswa laki-laki dan 3 siswi perempuan. Mereka terpilih melalui proses evaluasi mendalam yang dilakukan sekolah selama lima bulan terakhir.
Evaluasi tersebut melibatkan:
Guru Bimbingan Konseling (BK)
Wali kelas
Kepala sekolah
Persetujuan orang tua/wali murid
Penilaian mencakup catatan pelanggaran kedisiplinan maupun perilaku siswa terkait:
Tawuran
Penyalahgunaan obat keras tertentu (OKT)
Membolos dan ketidakhadiran tanpa keterangan
Perundungan (bullying)
Ketidakpatuhan terhadap aturan sekolah
Bupati Aep Syaepuloh menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk intervensi preventif dan rehabilitatif, bukan hukuman. Pemerintah ingin memastikan bahwa para pelajar mendapatkan ruang untuk berubah melalui pendekatan terstruktur.
“Penetapan peserta tidak dilakukan sembarangan. Sekolah telah melakukan penilaian mendalam terhadap siswa yang memerlukan pembinaan. Orang tua juga kami libatkan, dan seluruhnya memberikan persetujuan. Ini adalah proses pendidikan, bukan penghukuman,” tegas Bupati Aep.
Program Pendidikan Bela Negara disusun dengan pendekatan lintas sektor. Tidak hanya TNI, tetapi juga lembaga keagamaan dan pihak kesehatan turut terlibat.
1. TNI Kostrad – Pembentukan Karakter dan Kedisiplinan
Materi meliputi:
Wawasan kebangsaan
Latihan disiplin dan kepemimpinan
Pengembangan mental dan ketahanan diri
Latihan fisik terukur sesuai usia pelajar
2. Majelis Ulama Indonesia (MUI) – Penguatan Akhlak dan Kerohanian
Materi yang diberikan mencakup:
Pendidikan akhlak dan etika pergaulan remaja
Pemahaman nilai kebaikan dan tanggung jawab
Cara menghormati orang tua dan guru
Pembiasaan ibadah dan kegiatan kerohanian
3. Dinas Kesehatan – Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Obat
Penyuluhan kesehatan dibutuhkan karena sebagian siswa pernah terpapar obat keras tertentu. Materi berfokus pada:
Dampak kesehatan dari penyalahgunaan obat
Bahaya pergaulan bebas yang merugikan
Konseling kesehatan dasar untuk remaja
“Pembinaan tidak hanya menyasar kedisiplinan, tapi juga kesehatan dan spiritualitas mereka. Anak-anak ini harus pulang dengan pemahaman yang lebih matang tentang hidup sehat, beretika, dan bertanggung jawab,” tambah Bupati Aep.
Dalam rombongan peserta, terdapat seorang siswa berprestasi dari SMPN 1 Cikampek yang sengaja dilibatkan. Ia dikenal aktif berorganisasi, memiliki nilai akademik tinggi, serta memiliki kepribadian sederhana dan rendah hati.
“Setiap angkatan perlu figur positif yang dapat menjadi mentor bagi teman-temannya di barak. Keteladanan dari sesama pelajar jauh lebih mudah diterima,” jelas Bupati Aep.
Program ini disambut antusias oleh para orang tua. Banyak dari mereka yang mengapresiasi langkah Pemkab Karawang dan berharap agar pembinaan dapat berlangsung lebih lama bila diperlukan.
“Ada orang tua yang berharap masa pembinaan diperpanjang demi melihat perubahan signifikan pada anak. Namun tahap ini kita mulai satu minggu dulu, dan selanjutnya akan dievaluasi,” papar Bupati Aep.
Kepala Disdikpora Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata Pemkab dalam menekan angka kenakalan remaja serta memperbaiki iklim sekolah.
“Peserta yang kami berangkatkan adalah siswa yang sebelumnya tercatat pernah terlibat tawuran, bolos, atau pelanggaran kedisiplinan lainnya. Daripada mereka dikeluarkan atau dipindahkan ke sekolah lain, kami memilih memberikan pembinaan,” ujar Wawan.
Ia juga memastikan bahwa upaya pencegahan tetap berjalan di sekolah melalui:
Satgas anti tawuran
Program pembinaan karakter rutin
Konseling berkala
“Antusiasme dari kepala sekolah dan para orang tua sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter memang sangat dibutuhkan saat ini,” lanjutnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak besar terhadap perubahan perilaku siswa. Pemkab Karawang menargetkan agar para peserta kembali ke sekolah membawa karakter baru yang lebih positif serta menjadi contoh bagi teman sebaya.
“Harapan kami, anak-anak ini kembali dengan karakter yang lebih baik dan menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing,” tutup Bupati Aep.
(Emed Tarmedi)

